January 29, 2016
Sejarah dan Perkembangan Dangdut di Indonesia

Hayoo siapa yang sering bilang tidak suka dengan musik dangdut? Saat ini dangdut lebih mudah diterima dan dinikmati oleh seluruh masyarakat Indonesia. Hal itu dikarenakan akhir-akhir ini sedang ramai kontes dangdut yang ditayangkan oleh pertelevisian Indonesia, hingga yang awalnya tidak suka dengan musik dangdut akhirnya mengikuti animo keluarga yang suka menonton kontes tersebut dengan maksud mendukung salah satu peserta yang membawa nama daerah atau negaranya. Sebelum membahas lebih jauh, kita cari tahu yuk gimana sih sejarah dan perkembangan musik dangdut di Indonesia hingga menjadi lebih modern seperti sekarang ini..

Dangdut merupakan musik popular tradisional yang sebagian berasal dari budaya Hindustani, Melayu, dan juga Arab. Dangdut bercirikan dentuman alat musik gendang, hingga penyebutan nama dangdut pun berasal dari onomatope suara gendang yang didominasi oleh bunyi dang dan dut. Pada tahun 1950-an dangdut dipengaruhi oleh musik India melalui lagu yang dibawakan oleh Elly Khadam dengan judul “Boneka India”. Selain itu dangdut juga terpengaruh oleh musik Arab yang khas dengan cengkokan dan harmonisasinya. Hingga pada tahun 1968 lahir musik dangdut yang dibawakan oleh musisi ternama Rhoma Irama dengan warna suaranya yang khas dan lagunya yang penuh dengan nuansa Arabian.

Dangdut telah masuk dalam bentuk musik kontemporer pada era 1970-an. Saat itu dangdut dapat dipadukan dengan genre musik lainnya seperti pop, rock, house music, keroncong hingga gambus. Dan akhirnya masuk budaya Barat ke Indonesia dengan beberapa instrumennya seperti gitar listrik, keyboard, perkusi, saksofon, terompet, dan lain-lain yang dapat meningkatkan variasi dan kreatifitas musik dangdut. Akhirnya pengaruh genre rock dalam permainan gitar listrik pun juga terasa kental pada musik dangdut. Jika dilihat saat ini musik dangdut mengalami perubahan yang jauh lebih modern dari sebelumnya.

Dangdut yang awalnya hanya beraliran melayu, makin lebih popular dengan munculnya penyanyi pendatang baru dan komposer yang memiliki berbagai ide kreatif untuk mengkolaborasikan musik dangdut dengan musik pop. Tidak heran jika sekarang makin banyak penggemar dangdut di Indonesia.

Perubahan itu bisa dilihat dari beberapa penampilan pedangdut muda di tanah air. Seperti Ayu Ting-Ting yang membawakan dangdut dengan kostum pakaian ala Korea. Menurutnya kostum Korea simple, lucu dan tetap cocok dibawakan saat manggung. Fenomena sosial media juga memberi pengaruh besar pada ramainya industri musik Indonesia termasuk dangdut. Contohnya Cita-Citata yang berhasil manggung di luar negeri berkat dua video klipnya yang berjudul “Goyang Dumang” dan “Aku Mah Apa Atuh” sukses mendapatkan jutaan viewer di Youtube.

Musik dangdut mudah diterima oleh seluruh kalangan masyarakat sehingga dangdut menjadi sebuah warna musik yang mampu menarik perhatian ribuan massa. Namun pembahasan tentang dangdut tidak akan ada habisnya. Karena yang telah kita ketahui bersama hingga saat ini masih banyak prestasi dan perkembangan yang telah diraih dan dialami oleh musik dangdut. Semoga ke depannya makin banyak prestasi dan kejutan positif dari musik dangdut yah. Dan kita selalu berharap dangdut akan selalu menjadi identitas negara kita dan terus membanggakan musik Indonesia. Seperti judul lagu milik Project Pop nih “Dangdut is The Music of My Country”. Yeahh!

Other news: